PENDIDIKAN

Imigrasi Pangkalpinang Masuk Kampus, Bekali Mahasiswa UBB Antisipasi TPPO

Bangka, UBB — MSM
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan menyasar kalangan mahasiswa melalui sosialisasi di Balai Besar Kampus Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (16/4).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Devi Valeriani, didampingi3 Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Hesty. Hadir pula Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Ahmad Khumaidi, bersama jajaran, yakni Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Selamet Sutarno serta Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Raja Reza Hediansyah.

Dalam sambutannya, Devi Valeriani mengapresiasi langkah Imigrasi Pangkalpinang yang menjadikan kampus sebagai ruang strategis edukasi pencegahan TPPO. Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok rentan sekaligus potensial yang perlu dibekali pemahaman sejak dini, terutama di tengah maraknya tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap risiko perdagangan orang. Mahasiswa didorong lebih kritis agar tidak mudah terjebak dalam praktik perekrutan ilegal.

Dalam pemaparannya, Ahmad Khumaidi menguraikan sejumlah modus TPPO yang kerap terjadi, mulai dari iming-iming gaji tinggi, perekrutan tanpa dokumen resmi, hingga penyalahgunaan visa. Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai prosedur keimigrasian yang benar, termasuk pentingnya dokumen perjalanan yang sah dan legal.

Ia menegaskan bahwa edukasi langsung ke kampus merupakan33 langkah strategis untuk menjangkau generasi muda dengan mobilitas tinggi. Selain itu, ia juga mengingatkan adanya perkembangan terbaru terkait pergeseran lokasi praktik penipuan berkedok pekerjaan di luar negeri.

“Mas2yarakat, khususnya mahasiswa, perlu lebih3 berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri, termasuk yang mengarah ke Timor Leste. Saat ini, terdapat indikasi pelaku penipuan (scammer) mulai beroperasi di wilayah tersebut,” ujarnya.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami prosedur keimigrasian, tetapi juga waspada terhadap berbagai modus TPPO yang semakin beragam. Dengan pengetahuan ini, mereka33 diharapkan mampu melindungi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam memahami isu TPPO serta perlindungan warga negara di luar negeri. Untuk meningkatkan partisipasi, panitia juga menyiapkan suvenir bagi mahasiswa yang aktif bertanya.

Ke depan, Kantor Imigrasi Pangkalpinang berkomitmen memperluas sinergi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, guna mencegah TPPO serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya migrasi yang aman dan prosedural. (Humas UBB/IMJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *