PENDIDIKAN

Mahasiswa FEB UBB Raih Juara 1 Esai Nasional Angkat Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang Timah Berbasis Ekonomi Sirkular

Palembang-UBB —MSM
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) di tingkat nasional. Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBB berhasil meraih Juara 1 Esai Nasional Competition yang diselenggarakan oleh Cogito FISIP Universitas Sriwijaya. Prestasi tersebut diraih oleh Firwadi Astrolio, mahasiswa Program Studi Akuntansi, NIM 3012411014, bersama Eza Praditya Lerian, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, NIM 3032411010. Keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung.

Kompetisi yang diselenggarakan di Universitas Sriwijaya pada 27–31 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh 32 tim dari berbagai perguruan tinggi. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 20 tim berhasil lolos ke babak presentasi untuk memperebutkan posisi terbaik dalam kompetisi esai tingkat nasional tersebut. Dalam kompetisi ini, Firwadi dan Eza mengangkat isu lingkungan melalui karya esai berjudul “RELASI BESAR (Rehabilitasi Lahan Berbasis Ekonomi Sirkular): Pemanfaatan Eco Enzyme dan Akasia pada Lahan Pasca Tambang Timah Bangka Belitung.”

Gagasan tersebut berangkat dari kondisi lahan pasca tambang timah di Bangka Belitung yang sebagian besar memiliki karakteristik tanah dengan dominasi pasir kuarsa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemulihan lahan, karena tanaman tidak dapat tumbuh secara optimal tanpa adanya perlakuan dan perawatan yang sesuai. Melihat persoalan tersebut, kedua mahasiswa UBB tersebut berupaya menghadirkan gagasan rehabilitasi lahan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga didukung dengan praktik langsung. Dalam proses penyusunan karya, mereka melakukan riset dengan membuat eco enzyme dan melakukan penanaman pohon akasia di lahan pasca tambang timah.

Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan melalui konsep ekonomi sirkular, dengan mengedepankan pemanfaatan sumber daya dan pengolahan bahan yang dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung upaya pemulihan lingkungan. Gagasan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan dalam rehabilitasi lahan pasca tambang timah di Bangka Belitung. Persiapan mengikuti kompetisi dilakukan sejak tahap penyusunan paper atau esai, pendalaman materi, pengembangan gagasan, hingga persiapan menghadapi babak presentasi. Proses tersebut dilakukan secara serius dengan mengangkat persoalan lingkungan yang dekat dengan kondisi daerah asal mereka.

Karya yang mereka susun kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri bersama para finalis lainnya. Dari 20 tim yang berhasil lolos ke babak presentasi, tim mahasiswa UBB mampu menunjukkan gagasan dan kemampuan presentasi terbaik hingga akhirnya berhasil meraih Juara 1 Esai Nasional Competition Cogito FISIP Universitas Sriwijaya.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UBB, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dari bidang ekonomi mampu mengembangkan gagasan lintas disiplin dengan mengangkat persoalan lingkungan dan menawarkan pendekatan berbasis ekonomi sirkular. Firwadi dan Eza berharap prestasi yang diraih tidak berhenti sebagai pencapaian dalam sebuah kompetisi, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan, khususnya di Bangka Belitung.

“Harapan kami ada banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang peduli terhadap lingkungan dan sadar bahwa bukan cuma kita yang tinggal di alam, tetapi alam juga tinggal di dalam diri kita. Lomba ini menjadi langkah awal kami untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan terhadap Provinsi Serumpun Sebalai kita ini,” ungkap Firwadi dan Eza.

Keduanya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Bangka Belitung yang telah memberikan dukungan sejak awal hingga akhir proses perlombaan. Dukungan tersebut diberikan melalui pembiayaan berbagai kebutuhan dalam proses persiapan, keberangkatan, hingga pelaksanaan kompetisi di Universitas Sriwijaya.

Menurut keduanya, dukungan kampus tersebut menjadi bagian penting dalam membantu mereka mengikuti kompetisi secara optimal dan membawa nama UBB pada ajang esai tingkat nasional. Prestasi Firwadi dan Eza menjadi bukti bahwa mahasiswa UBB memiliki potensi untuk mengembangkan gagasan akademik yang berangkat dari persoalan nyata di daerah. Melalui karya RELASI BESAR, keduanya tidak hanya membawa nama UBB di tingkat nasional, tetapi juga turut menyuarakan pentingnya kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan lahan pasca tambang timah di Bangka Belitung.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UBB lainnya untuk terus berani berkompetisi di tingkat nasional, mengembangkan riset dan inovasi, serta menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Humas UBB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *