PARLEMENTARIA

POLITIKUS PARTAI GERINDRA DAPIL BELINYU KAUTIR DENGAN KONDISI SD N 6 BELINYU.

Bangka-MSM
Kondisi SD N 6 Belinyu kecamatan Belinyu kabupaten Bangka yang kondisi belum diperbaiki menyebabkan murid sekolah tersebu terkadang harus pindah tempat ke ruang lain ketika proses belajar mengajarnya sedang berlangsung.demikian hasil pantauan media dilapangan, kemarin.

Anggota DPRD kabupaten Bangka dapil Belinyu Mashuri dari partai Gerindra,ketika diminta tanggapan terkait hak tersebut mengatakan dirinya merasa kuatir kalau saja tidak segera diperbaiki akan menimpa anak didik kita yang lagi belajar,maka akan kita segera menghubungi dinas Pendidikan dan Olahraga (Dindikpora) kabupaten Bangka untuk menindak lanjuti. jangan sampai ada kajadian.

Kalau memang sudah diperbaiki,anak-anak murid akan tenang dan nyaman mengikuti proses belajar mengajar begitu juga dengan orang tuanya,” tukas Mashuri.

Mashuri berharap agar pihak Dindikpora harus turun kelapangan lagilah untuk mengecek kelapangan melihat kondisi sekolah tersebut,” kata politikus Gerindra ini,

Saat ditanya mengapa sampai saat ini SD Negeri 6 Belinyu belum diperbaiki apakah terkendala anggaran,Mashuri mengatakan ada solusinya dengan memanfaatkan dana CSR dari perusahaan kelapa sawit atau menggunakan dana darurat untuk membangun gedung tersebut.

Makanya kita akan memanggil pihak sekolah,komite sekolah dan Dindikpora kabupaten Bangka untuk duduk satu meja menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi I DPRD kabupaten Bangka,bagaimana tindak lanjut pembangunan SD Negri 6 Belinyu tersebut,” jelas Mashuri.

Pihaknya berharap agar Dindikpora melakukan pertemuan mempertanyakan dan mendengar laporan dari kepala sekolah dan ketua komitenya apabila ada permasalahan kalau mereka tidak sempat survei kelapangan.sebab gedung-gedung sekolah yang ada di Belinyu yang jumlah 27 SDN dan 5 SD Swasta,” ungkapnya.

Selain itu tambahnya kalau perlu bisa menggunakan pihak perguruan tinggi misalnya UBB untuk melakukan survei yang bisa membantu kelapangan.

Seperti di Jogjakarta ada bantuan dari pemerintah pusat sehingga mahasiswa dari UMI dan UGM untuk melakukan survei kelapangan apakah benar laporan dari sekolah dan komitenya,” pungkas Mashuri.

Sementara itu Kepala dindikpora kabupaten Bangka Tony Merza saat dihubungi MSM melalui telpon saluran selulernya mengatkan ,” Nanti kita akan mengecek kelapangan dulu,” katnya. (IMJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *