G.A. SUBHAN TIDAK MENCALONKAN DIRI LAGI JADI KETUA DPC PKB KABUPATEN BANGKA
Bangka-MSM
G.A. Subhan tidak lagi mencalonkan diri lagi,sebagai ketua DPC PKB priode selanjutnya,karena menginginkan agar proses kaderisasi kepemimpinan di PKB kabupaten Bangka.
Kedepan kita butuh para anak-anak muda memimpin PKB kabupaten Bangka dimana mereka mempunyai ekselarasi kerja yang tinggi,kemampuan serta idealisme,sehingga target lima kursi yang ditetapkan oleh DPP PKB dapat tercapai dan disanggupi calon ketua DPC PKB kabupaten Bangka.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan kenapa saya tidak maju lagi sebagai ketua agar proses regenerasi ditubuh PKB kabupaten Bangka dapat berjalan dengan baik.
Karena saya sudah cukup lama mengurus di PKB kabupaten Bangka dari sejak tahun 2014-2017, ,2017-2019,2019-2021 menjadi ketua DPC kabupaten Bangka.,” paparnya.
Di Muscab 2021 dipilih menjadi ketua DPC PKB kabupaten Bangka sampai dengan tahun 2026, jadi cukup panjang mulai dari nol kursi , ditahun 2024 kemarin dapat tiga kursi, meraihnya bukanlah perkara mudah tapi penuh dengan tantangan,” kata dia.
Untuk meraih itu perlu kerja maksimal dan optimal maka saya memberikan ruang kepada anak muda memimpin DPC PKB kabupaten Bangka priode 2026-2031, sementara saya sudah tua dan seniornya di PKB kabupaten Bangka,”tukas Subhan.
Ditambahkannya dalam pencalon ketua DPC PKB Bangka dua kandidat ikut uji kelayakan yakni Syahrul dan Siri Fatimah, kedua anggota DPRD kabupaten Bangka.
Jadi kita tunggu saja siapan jadi ketuanya yang paling penting, nantinya bila salah satunya terpiluh mampu membawa PKB kabupaten Bangka ini kedepan lebih baik,target 5 kuris dapat diraih dan menelorkan jabatah Bupati atau wakil Bupati,” terang Subhan.
Saat disinggung ketidakikut sertaan dirinya dalam pencalonan ketua tersebut apakah ada persoalan diinternal ditubuh partai PKB kabupaten Bangka dengan bahasa politisnya dan elegen Subhan menegaskan disemua parpol pasti ada persoalan cuma tinggal bagaimana mensikapinya.
Intinya saya ingin fokus di dewan dululah yang memerlukan penguatan dan banyak program yang harus diselesaikan yang perlu kita awasi,”tutupnya.( IMJ)

