NASIONAL

Dua Personel Penjaga Perdamaian Garuda di UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan

New York – MSM, Dua personel penjaga perdamaian Garuda di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali dikabarkan meninggal dunia di Lebanon Selatan, Senin, 30 Maret 2026. Sementara, dua lainnya terluka dalam sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka.

Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix mengatakan, insiden itu terjadi di dekat Bani Hayyan di Lebanon Selatan. Pihaknya juga sedang melakukan investigasi terkait perkembangan insiden tersebut.

“Seorang personel yang mengalami luka kritis dan dievakuasi ke ibu kota, Beirut, masih dirawat di rumah sakit. UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragis ini,” ujar Lacroix di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin, 30 Maret 2026.

PBB, kata dia, mengutuk keras insiden yang menyebabkan personel penjaga perdamaian sebagai korban. Sekaligus menyampaikan keprihatinan perilaku agresif terhadap personel penjaga perdamaian UNIFIL.

“Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini, personel penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran. Kami juga tetap sangat prihatin tentang beberapa insiden perilaku agresif terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa hari terakhir,” katanya.

“Personel penjaga perdamaian PBB tetap berada di lapangan. Hal ini guna melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan, dalam kondisi yang sangat berbahaya ini.”

PBB: Serangan ke Personel Penjaga Perdamaian UNIFIL Merupakan Kejahatan Perang
Sementara, penyelidikan terhadap tewasnya personel penjaga perdamaian RI di UNIFIL pada Minggu, 29 Maret 2026, sedang berlangsung tetapi akan memakan waktu. Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.

“Untuk saat ini, kami belum memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi itulah yang akan ditemukan oleh penyelidikan. Setelah penyelidikan selesai, sesuai praktik biasa, kami akan membagikannya kepada pihak-pihak terkait,” kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel kepada UN News.

“Tergantung pada hasilnya, jika kami menemukan pihak yang bertanggung jawab, kami akan memberi tahu mereka. Kami akan secara resmi memprotes hal itu kepada mereka,” ujarnya.

Sementara, insiden yang terjadi di tengah saling serang artileri antara Israel dan Hizbullah juga menyebabkan tiga personel penjaga perdamaian Garuda terluka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.(Sumber :RRI Sungailiat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *