Kasus AIDS, TBC, dan Malaria Meningkat, Pemkot Pangkalpinang Genjot Program RSSH 2026
Pangkalpinang-MSM
Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang di bawah kepemimpinan Wali Kota Prof. Saparudin dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan sektor kesehatan, khususnya penanganan penyakit menular.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program Resilient and Sustainable System for Health (RSSH) yang berfokus pada penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM), yang saat ini menjadi prioritas nasional.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mengatakan penguatan program kesehatan menjadi salah satu agenda penting pemerintah daerah untuk periode 2025–2026.
“Pada akhir tahun 2025, Pemkot Pangkalpinang menerima penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) atas keberhasilan dalam eliminasi penyakit menular,” ujar Dessy, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, Pemkot juga terus mendorong peningkatan program kesehatan lainnya, termasuk strategi penguatan Capaian Kinerja Gizi (CKG) tahun 2026 serta upaya percepatan penurunan angka stunting.
Tak hanya itu, Pemkot Pangkalpinang juga mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) yang tinggi, yakni mencapai 99,86 persen per Maret 2026.
Meski demikian, Dessy mengungkapkan bahwa tren kasus penyakit ATM di Pangkalpinang justru menunjukkan peningkatan, sehingga diperlukan langkah serius dalam upaya pencegahan dan pengendalian.
“Karena tren penyakit ATM ini terus meningkat setiap tahun, maka kita harus bersama-sama mendukung program prioritas dalam pencegahan dan pengendaliannya,” tegasnya.
Program RSSH sendiri bertujuan membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan, khususnya dalam penanganan penyakit menular di tingkat daerah, sejalan dengan visi pembangunan Pemkot Pangkalpinang 2024–2026.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi yang akan melindungi anak cucu kita dari ancaman penyakit ini,” pungkasnya. (LN/JOR)

