PENDIDIKAN

Menko Bidang Hukum,HAM,Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI, Yusril Ihza Mahendra Hadir Dalam Acara Wisuda XXXVIII UBB

BANGKA, UBB —MSM
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D., menghadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Universitas Bangka Belitung (UBB) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus Terpadu UBB, Rabu (29/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Universitas Bangka Belitung mengukuhkan 431 lulusan dari lima fakultas dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.

Rapat Terbuka Senat dipimpin oleh Ketua Senat Universitas Bangka Belitung, Dr. Aimie Sulaiman, M.A., bersama Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., serta dihadiri anggota senat universitas, jajaran pimpinan UBB, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, mitra kerja sama, orang tua wisudawan, dan tamu undangan.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D., mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah penutup dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai seorang sarjana dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir dari belajar. Wisuda adalah berakhirnya hak Saudara sebagai mahasiswa dan dimulainya tanggung jawab Saudara sebagai sarjana untuk menjawab berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat. Ijazah bukanlah bukti bahwa negara atau siapa pun berutang pekerjaan kepada Saudara. Ijazah adalah bukti dari investasi pengetahuan yang telah Saudara bangun selama menempuh pendidikan, yang pada akhirnya harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat,” tegas Prof. Yusril.

Prof. Yusril juga menyoroti perubahan besar yang tengah dihadapi dunia akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, generasi muda saat ini hidup di tengah berbagai peluang yang belum pernah dimiliki generasi sebelumnya, namun pada saat yang sama juga menghadapi tantangan dan ketidakpastian yang semakin kompleks.

“Kita hidup pada zaman yang penuh paradoks. Generasi muda memiliki akses yang begitu luas dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Namun, pada saat yang sama kita menghadapi ketidakpastian yang lebih besar. Pengetahuan berubah begitu cepatnya, jenis-jenis pekerjaan pun dapat hilang tanpa kita duga. Kecerdasan buatan dapat membantu menulis, menghitung, menerjemahkan, merancang, dan menganalisis. Akan tetapi, teknologi tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral manusia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, para lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki integritas, etika, kepedulian sosial, serta kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Menurutnya, kombinasi antara kompetensi akademik, karakter yang kuat, dan tanggung jawab moral merupakan bekal utama bagi para sarjana untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momen yang membanggakan bagi para lulusan beserta keluarga. Pengukuhan 431 lulusan tersebut menandai keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus menjadi awal perjalanan untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang profesi.

Melalui Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Tahun 2026, Universitas Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing global. Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan, inovasi, dan nilai-nilai integritas untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Indonesia. (IMJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *