PERKEMBANGAN UMKM DI KABUPATEN BANGKA CUKUP SIGNIFIKAN
Bangka-MSM
Perkembnagan UMKM ( Usaha Mikro Kecail Menangah ) dikabupaten Bangka cukup signifikan dari tahun 2017-2026 berjumlah 30 ribu dan yang terdafatr di OSS lebih kurang 20 ribu UMKM. Jum’at ( 24/4)
Kepala Dinas Penanaman Modal ,Pelayanan Perizin Terpadu satu Pintu,koperasi usaha kecil dan Menengah Dian Firnandy mengatakan tekait pertumbuhannya UMKM bila dilihat dari sisi perizinannya selalu ada dan tersistem cuma terkadang mereka punya NIB tetapi tidak berusaha sebagamana mestinya.
Ia menambahkan Kabupaten Bangka bukan sebagai pusat UMKM seperti di Pangkalpinang merupakan central ekonomi di provinsi Babel jadi jumlah pertumbuhan UMKM luar biasa sementara di kabupaten Bangka jumlah pengusahanya UMKM hanya itu-itu saja orangnya,jadi agak stagnanlah dan di kabupaten Bangka tidak terlalu konsumtif.
Dian mengatakan walaupun para pelaku UMKM sudah memiliki NIB tetapi dilapangan belum tentu aktif, dan tidak bisa memastikan apakah beruasaha di kabupaten Bangka karena NIB bisa berlaku seluruh Indonesia dan sudah tersistem.
Jadi sepenjanag usaha tersebut masih aktup tidak perlu perpajajang dan lain sebagainya yang penting jangan lupa password,” kata dia.
Diterangkannya sejak berlaku PP 28 tahun 2025 walau terbit otomatis NIB para pelaku usaham UMK tetap menyampaikan peta poligon atau kewilayah perkembangan usahanya.
Diringa menjelaskan bahwa tenaga kerja di kabupaten Bangka sebagai besar adalah PNS di Pemkab Bangka,apabila terjadi efisiensi maka daya belipun jadi berkurang dan berdampak kepada pelaku UMKM itu sendiri.
Dalam upaya mereka memperkenalkan semua jenis usahanya pelaku UMKM ternyata mereka mempunyai klasifiak tersendiri atau komunitas sehingga memudah bagi para pelaku UMKM yang masuk kedalam link untuk mereka memasarkan produknya.
Ironinya terang Dian ada juga UMKM yang pasif hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal saja tidak berusaha meningkat produk dengan kualitas yang baik lagi.
Din Firnandy menerangkan kalau setiap tahun PTSP meyelenggarkan bimbingan tehnik (Bimtek) atau sosialisasi Namun mulai tahun 2024 kemarin tidak ada lagi karena penggangaran dari pusat, jadi semua bantuan dipending.
Kami tetap melakukan pembinaan melalui event dari pihak swasta dari lembaga menyelnggerakan seperti PT Timah, Perbankan atau pihak provinsi Babel dan selalu diikutsertakan.
Selain itu kami juga aktif memberikan pelatihan -pelatihan tentang proses usaha agar dapat berdaya dan tepat guna kepada para pelaku usah UMKM dengan mendatang nara sumber yang berkopetensi dibidangnya.
Dian juga mengungkapkan ada UMKM di kecamatan Merawang yang memproduksi makan khas Bangka yakni kretek kricu sudah terkal tidak hanya ditanah air pemasarannya namun sudah menjangkau manca negara.
Ada juga teh Serai produk warga desa Neknang kecamatan Bakam pun sudah meramabah ke outlet-outlet dan mini market di Pangkalpinang dan diseluruh wilayah provinsi Babel.
Para pengusaha UMKM tersebu dapat pembinaan dan pendamping dari BI,PT.Timah Tbk bahkan dari provinsi babel karena disudah diberikan bimbingan,pelatihan pendidikan tentang pola pemasaran, manejeman cara pengemasan produk dan mendapat lebel sertifikat halal serta perizinan lainnya darri dinas terkait,”kata Dian Firnandy.
Dirinya berharap agar pelaku UMKM dapat terus berkembang, semakin profesional dan mendunia,tutupnya.
(IMJ)

